• Uncategorized
  • 0

Meluruskan Beberapa Terminologi Biblikal

MELURUSKAN BEBERAPA TERMINOLOGI BIBLIKAL
SERI: REKONSTRUKSI KEKRISTENAN DAN KRISTEN REKONSTRUKSI

1. GEREJA ATAU QAHAL?

Kata “Gereja: berasal dari kata Ibrani “Qahal” dan “Edhah” dan kata Greek “Ekklesia” dan “Sunagoge”. Qahal bermakna, orang-orang yang dikumpulkan oleh karena panggilan Tuhan [Kel 35:1, Mzm 22:23]. Edhah bermakna, perkumpulan dikalangan Yudaisme atau perkumpulan agama nasional [Yahudi] yang dimasuki orang, karena kelahirannya [Kel 12:3, Bil 16:9]. Qahal Edhah bermakna, kumpulan seluruh umat [Kel 12:6, Bil 14:5] dan pertemuan para wakil umat [Ul 4:10, 1 Raj 8:1-3]. Ekklesia bermakna, kelompok perhimpunan [Kis 19:32,39,41], perhimpunan orang secara umum [Kis 19:32], perhimpunan Israel sebagai jemaat Tuhan [Kis 7:38], beberapa orang Kristen dalam jumlah tertentu [Kis 8:1, Rm 16:5,23, 1 Kor 16:19], jemaat Kristen di wilayah Yudea, Samaria dan Galatia [Kis 9:31], keseluruhan anggota gereja sebagai tubuh Mesias di seluruh bumi-surga [1 Kor 10:32, Ef 1:22, Ibr 2:23]. Sunagoge bermakna, bangunan tempat orang Yahudi berkumpul untuk beribadah [Mat 4:23], pertemuan Ibadah Yahudi [Kis 13:43, Why 2:9], pertemuan Kristen [Yak 2:2].(f1)

C.J. Koster mengulas mengenai asal-usul kata “Gereja” yang dalam bahasa Inggris lazim disebut “Church”. Menurutnya, “Kata ini digunakan dalam kebanyakan versi berbahasa Inggris menunjuk kepada kata Greek dalam Kitab Perjanjian Baru, “Ekklesia”. Kata ini bermakna, “orang yang dipanggil keluar”, “pertemuan”, “perkumpulan”. Ekklesia adalah persamaan dalam bahasa Greek untuk bahasa Ibrani “Qahal” yang bermakna “jemaat” [an assembly] atau “pertemuan” [conggregation]. Baik Qahal maupun Ekklesia, tidak memiliki makna sebagai bangunan. Tyndale, dalam terjemahannya, secara seragam menerjemahkan kata Ekklesia dengan “pertemuan jemaat” [conggregation] dan kata “Church” hanya dipergunakan untuk menerjemahkan kuil orang kafir dalam Kisah Rasul 19:37.

Darimanakah kata “Church” berawal? Sumber eklesiastikal memberikan petunjuk mengenai asal usul kata church yaitu kata Greek “kuriakon” atau “kyriakon”. Dalam hal ini, seseorang membutuhkan ketelitian imaginasinya untuk mencoba melihat perbedaannya. Sebab kata Kuriakon bermakna bangunan [rumah bagi Kurios=Lord, Tuan] dan bukan bermakna perkumpulan atau pertemuan umat, sebagaimana kata Ekklesia dan Qahal, sehingga dampaknya bahwa kata ini dapat dianggap sebagai penyimpangan jika terbukti asal-usul kata ini benar adanya.

Meskipun demikian, berbagai kamus yaang tersedia menyingkapkan dengan luar biasa mengenai asal-usul kata ini. Mereka semua menelusuri kata itu sampai pada kata Inggris kuno atau Anglo Saxon, yaitu “Circe”. Darimanakah asal-usul Circe itu? Beberapa ensiklopedia dan kamus mitologi menyingkapkan mengenai Circe. Dia adalah Dewi saudara perempuan Dewa Helios! Sekali lagi, bentuk lain dari penyembahan terhadap Matahari, pada saat ini yaitu nama dari saudara perempuan Dewa Matahari, bercampur dengan kepercayaan Mesianik. Beberapa fakta penting muncul dari studi mengenai kata Circe. Kata ini berkaitan dengan kata “circus”, “circle”, “circuit”, “circean”, “circulate” dan berbagai kata lain yang dimulai dengan kata “circum-“. Aturan tata bahasa Latin menuntut pengucapannya dengan “Sirke” Kata Inggris kuno Circe dapat juga diucapkan “Kirke” atau juga “Sirse”.

Meskipun demikian asal-usul dewi Yunani, dimana namanya tertulis adalah: Kirke dan diucapkan sbb, Cyst, Kustis, Cyle, Kuklos, Cylinder, Kulindros. Kata “Church” dikenal di Skotlandia sebagai “Kirk” dan di Jerman dengan sebutan “Kirche” serta di Nederland sebagai “Kerk”. Kata-kata ini menunjukkan asal-usulnya secara langsung dari kata Greek “Kirke” yang lebih baik dibandingkan bahasa Inggris “Church”. Bagaimanapun juga, kata Inggris kuno Circe bagi Church menyingkapkan asal-usulnya. Marilah kita menggunakan istilah yang firmaniah yaitu “Jemaat” atau “Perkumpulan Jemaat” dan membuang kata yang berasal dari Circe, saudara perempuan Dewa Matahari” (f2)

Dari berbagai definisi diatas kita dapat simpulkan mengenai makna dan asal-usul kata Gereja. Istilah ini tidak menunjuk pada suatu organisasi, tidak pula menunjuk pada suatu bangunan tertentu. Kata ini berasal dari bahasa Ibrani Qahal dan kata Yunani Ekklesia yang bermakna “umat” atau “jemaat” atau “orang yang dipanggil keluar”. Istilah ini lebih menunjuk pada suatu organisme. Naskah Septuaginta pun membedakan kata untuk jemaat [ekklesia] dan tempat jemaat berkumpul [sunagoge] dan itu dipelihara serta diteruskan dalam penyalinan Kitab Perjanjian Baru Ibrani Aramaik kedalam bahasa Greek, dengan Ekklesia dan Sunagoge. Dengan demikian, Sejarah Gereja bermakna sebuah penjelasan dan analisis ilmiah mengenai ajaran, kehidupan, karya, tantangan, peranan dan masa depan Kahal YHWH [Gereja] disepanjang zaman, dari sejak kehadirannya hingga akhir zaman.

2. KRISTEN ATAU MESIANIK?

Apakah Yudaisme dan Kekristenan, merupakan nama-nama suatu agama yang diberikan Yahweh, kepada umat yang mengikuti jalan yang telah ditetapkan-Nya? Islam mengklaim bahwa nama agama yang mereka anut, merupakan pemberian dari Tuhan yang mereka sembah, yaitu Allah sebagaimana diterangkan: “Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam” [Qs 3:19]. Dibagian lain dikatakan, “Pada hari ini telah Ku sempurnakan bagimu agamamu dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah Ku ridhoi Islam itu menjadi agamamu” [Qs 5:3]. Di ayat lain dijelaskan, “Barangsiapa yang mencari agama selain Islam, tidak akan diterima daripadanya dan dia diakhirat termasuk orang yang merugi” [Qs 3:85]. Terlepas dari beberapa terjemahan dan tafsir Qur’an ada yang menolak kata “agama”, namun yang lazim diterima umum demikian.

Berbeda dengan Islam, baik Yudaisme maupun Kekristenan, BUKAN nama agama yang DIBERIKAN dari Yahweh Sang Pencipta. Lalu darimana istilah ini muncul? Pertama kali, istilah “Yudaisme”, muncul dalam Kitab Apokrif TaNaKh yaitu 2 Makabee 2:21 dan 2 Makabee 8:1 serta 2 Makabee 14:38

And the manifest signs that came from heaven unto those that behaved themselves manfully to their honour for Judaism: so that, being but a few, they overcame the whole country, and chased barbarous multitudes [KJA 2 Makabee 2:21]

For in the former times, when they mingled not themselves with the Gentiles, he had been accused of Judaism, and did boldly jeopard his body and life with all vehemency for the religion of the Jews [KJA, 2 Makabee 14:38]

Sementara dalam TaNakh sendiri tidak disebutkan istilah “Yudaisme”. Dalam beberapa literatur, istilah Yudaisme didefinisikan sbb:

“The religion of the Jewish Race, the descendant of the ancient Israelites and Hebrews. The Jews believe that they are the chosen people, specialy elected by the one true God, Yahweh. To be a Jew is basically to be the child of a Jewish; conversion to Judaism is rare and difficult” (f3)

Dari beberapa data diatas, kita dapat menyimpulkan sejauh ini bahwa istilah “Judaism” atau
“Yudaisme”, merupakan penamaan yang diberikan terhadap sistem kepercayaan yang dianut Bangsa Yisrael kepada Yahweh dan Torah-Nya. Bagaimana dengan Kekristenan? Sebagaimana istilah Yudaisme, demikian pula dengan istilah Kekristenan. Istilah ini pertama kali muncul dalam Kis 11:24 naskah Greek [Kristianos] maupun Aramaik [Kristina] yang diberikan goyim kepada para pengikut Mesias non Yahudi.

YLT Acts 11:26 and having found him, he brought him to Antioch, and it came to pass that they a whole year did assemble together in the assembly, and taught a great multitude, the disciples also were divinely called first in Antioch Christians.

LAI, 11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Selain istilah Kekristenan, ada istilah lain yang DISEMATKAN kepada Pengikut Mesias. Nama itu adalah Sekte Netsarim atau Nazarios [dalam naskah Greek: ton Nazoraion Haireseos dalam naskah Peshita Aramaik D’yulfana D’Natsariya, Kis 24:5,14]. Istilah Netsarim adalah penamaan orang Yahudi terhadap Pengikut Mesias diantara golongan Yahudi. Jika “Kristianoi” merupakan penamaan Pengikut Mesias non Yahudi, maka “Netsarim” merupakan penamaan Pengikut Mesias golongan Yahudi.

Lalu apakah nama yang SEBENARNYA para pengikut Mesias dan orang beriman yang menyembah kepada Yahweh di zaman lampau? Mari kita selidiki dalam beberapa ayat berikut:

? DALAM TANAKH [Torah, Neviim, Kethuvim]

Oleh sebab itu haruslah engkau berpegang pada perintah Yahweh Elohimmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan takut akan Dia [Ul 8:6]

Engkau telah menerima janji dari pada Yahweh pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Elohimmu, dan engkau pun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya [Ul 26:17]

Sebab aku tetap mengikuti jalan Yahweh [] dan tidak menjauhkan diri dari Elohimku sebagai orang fasik [2 Sam 22:22]

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya Yahweh, tunjukkanlah itu kepadaku [Mzm 25:4]

Segala jalan Yahweh adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya [Mzm 25:10] Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya Yahweh dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku [Mzm 27:11]

Nantikanlah Yahwehdan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan [Mzm 37:34]

Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya Yahweh, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu [Mzm 86:11]

Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu, maka kata-Ku: “Mereka suatu bangsa yang sesat hati, dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku.”[Mzm 95:10]

Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada orang Israel [Mzm 103:7]

Lalu aku berpikir: “Itu hanya orang-orang kecil; mereka adalah orang-orang bodoh, sebab mereka tidak mengetahui jalan Yahweh, hukum Elohim mereka [Yer 5:4] Semoga Yahweh Elohimmu, memberitahukan kepada kami jalan yang harus kami tempuh dan apa yang harus kami lakukan.”[Yer 42:3]

Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak [Dan 4:37]

Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan Yahweh adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ [Hos 14:10]

? DALAM HA BRIT HA KHADASHAH [Perjanjian Baru]

Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu [Mat 11:10]

Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu [Luk 7:27]

Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Elohim dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka [Mat 22:16]

Orang-orang itu mengajukan pertanyaan ini kepada-Nya: “Guru, kami tahu, bahwa segala perkataan dan pengajaran-Mu benar dan Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Elohim [Luk 20:21]

Kata Yahshua kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku [Yoh 14:6]

Dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem [Kis 9:2]

Dan berkata: “Hai anak Shatan, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan [Peshita Kis 13:10] yang lurus itu?[Kis 13:10]

Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan [ , Peshita Kis 18:25] Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes [Kis 18:25]

Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan [, Peshita Kis 19:9] di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus [Kis 19:9]

Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum [Kis 22:4-5]

Tetapi aku mengakui kepadamu, bahwa aku berbakti kepada Elohim nenek moyang kami dengan menganut Jalan Tuhan, [anplwy anplwy]yaitu Jalan yang mereka sebut sekte. Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada tertulis dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi [Kis 24:14]

Tetapi Feliks yang tahu benar-benar akan Jalan Tuhan, menangguhkan perkara mereka, katanya: “Setibanya kepala pasukan Lisias di sini, aku akan mengambil keputusan dalam perkaramu.” [Kis 24:22]

Dari kajian data-data ayat dalam TaNaKh maupun Brit Khadasha, kita memperoleh kesimpulan bahwa nama bagi orang yang menyembah Yahweh dan melakukan Torah-Nya dan menerima Mesias yang dijanjikan adalah JALAN YAHWEH [Derek Yahweh] atau PENGIKUT JALAN ELOHIM [Derek ha Elohim].

DR. David Stern menguraikan mengenai istilah “Kristen” dan “Mesianik” sbb:

“According to Scripture, the

word ‘Christian’ does not denote Jewish belivers in Yeshua at all. The New Testament call them followers of ‘this way’ [Acts 9:2; 22:4], ‘Nazarene’ [Acts 24:5]. They are natural branches of the tree into which Gentiles believers have been joined [Ef 2:11-16]. But the New Testament does not call Jewish belivers, ‘Christian’. According to New Testament, usage the tern ‘Christian’ is reserved for Gentile believers in the Jewish Mesiah Yeshua. Thus the term ‘Christian’ was invented by Gentiles to describe Gentiles in a Gentile environment. The New Testament tell us explicitly that the disciples were first called ‘Christians’ in Anthiokh [Acts 11:26] (f4)”

[Menurut Kitab Suci, istilah “Kristen”, tidak dihubungkan dengan orang Yahudi yang beriman pada Yeshua. Kitab Perjanjian Baru menyebut mereka sebagai pengikut “Jalan itu” {Kis 9:2; 22:4}, “Nazarene” { Kis 24:5}. Mereka merupakan cabang asli dari pohon, dalam mana golongan non Yahudi ditempelkan {Ef 2:11-16}. Namun Kitab Perjanjian Baru, tidak menyebut orang Yahudi yang beriman dengan sebutan “Kristen”. Berdasarkan Kitab Perjanjian Baru, sebutan “Kristen”, menunjuk pada golongan non Yahudi yang telah menjadi percaya. Selanjutnya, istilah “Kristen” diambil alih oleh non Yahudi untuk menjelaskan mengenai non Yahudi di lingkungannya sendiri. Kitab Perjanjian Baru mencatat, bahwa sebutan “Kristen” bermula di Anthiokhia {Kis 11:26}]

Apakah “Qahal Mesianik” berbeda dengan “Kekristenan?” Beberapa orang tertentu menjawab dengan “Ya, amat berbeda!” Namun dalam hal ini penulis tidak sepakat. Secara “gramatikal”, penulis pastikan bahwa “Qahal Mesianik” dan “Kekristenan” adalah SAMA dan MERUPAKAN BAGIAN DARI PENAMPAKAN TUBUH MESIAS DI BUMI. Akan tetapi dikarenakan berbagai distorsi yang terjadi dalam Kekristenan sejak Abad 2 Ms, yaitu terlepas dari akar Ibrani dan membuang berbagai aspek budaya dan asumsi-asumsi dasar Hebraik dalam pembacaan dan penafsiran Kitab Suci, maka secara “doktrinal historikal”, ada perbedaan yang cukup signifikan antara “Qahal Mesianik” dengan “Kekristenan” . Namun tingkat perbedaan tersebut dapat diumpamakan seperti perbedaan yang terjadi dalam berbagai “denominasi” dalam Kekristenan. Namun secara prinsip, baik “Qahal Mesianik” maupun “Kekristenan” mengakui bahwa Yahshua [Yesus] adalah Putra Elohim, Sang Juruslamat, Sang Firman yang menjadi manusia.

Dari penjelasan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa orang non Yahudi [gentile] yang percaya, mengaku dan mengikuti jalan Mesias, oleh orang-orang di Anthiokhia [sekarang Turki] disebut “Christos” atau “Kristen”. Sementara orang-orang Yahudi yang percaya, mengaku dan mengikuti jalan Mesias, disebut dengan “Netsarim”, “Natsrati” atau “Nazarene”. Pada perkembangannya, istilah “Kristen” lebih banyak terkontaminasi “Helenisme” [Yunanisasi dalam bidang kebudayaan, pemikiran, kesenian, dll] dan meninggalkan akar semitis imannya. Kelak kemudian hari, “Kristen” menjadi Anti Semit dan menolak hal-hal yang berbau Keyahudian dalam Kitab Suci. Untuk memudahkan, kita membagi orang yang percaya, mengaku dan mengikuti jalan Mesias, dinamakan sebagai “Jewish Messianic” [Mesianik Yahudi] dan “Gentile Messianic” [Mesianik Non Yahudi]. Yahudi Mesianik lebih dikenal dengan sebutan “Sekte Netsarim” sementara Mesianik Non Yahudi lebih akrab disebut “Kristen”.

Melihat konteks sejarah dan analisis terhadap istilah Ibrani Qahal dan istilah Greek Eklesia, maka saya mengusulkan untuk memberikan sebuah penamaan baru untuk mengidentifikasi karakter dan nafas yang menghidupi pergerakan komunitas yang mengagungkan Yahweh, dan memulihkan akar Ibrani di Indonesia. Nama itu adalah QAHAL MESIANIK sebagai istilah alternatif bagi GEREJA yang telah mengalami bias sebagai sebuah gedung tempat beribadah. Bukan hanya itu, istilah Gereja mengandung muatan atau kandungan yang bersifat antitesa terhadap Israel dan Yudaisme. Istilah “Qahal” bermakna suatu organisme yaitu Jemaat, sedangkan istilah “Mesianik” bermakna suatu kemelekatan terhadap Sang Mesias Yahshua. Dengan istilah “QAHAL MESIANIK” mengandung makna sbb: Secara literal yaitu, “suatu organisme jemaat yang mengikut jalan Sang Mesias yaitu Yahshua yang adalah Putra Yahweh Semesta Alam”. Yahshua mengajak MatitYahu menjadi pengikut-Nya [Mat 9:9]. Mengikut Yahshua bermakna menlayani Dia [Yoh 12:26], meninggalkan segala sesuatu yang merintangi diri kita untuk melekat dengan Mesias [Mrk 10:28], melepaskan diri dari kegelapan [Yoh 8:12], menyangkal keakuan dan memikul salib atau rela menderita demi nama-Nya [Luk 9:23]. Secara teologis yaitu, “orang yang mengakui bahwa Yahshua adalah Mesias yang dijanjikan dalam TaNaKh, sebagai pembebas manusia dari kutuk dosa”. Seorang Mesianik berarti seorang yang mengakui secara pribadi dan sadar bahwa Yahshua adalah “Tuan dan Juruslamat yang datang dari Elohim” [Mat 16:16]. Wanita Samaria mempercayai bahwa Yahshua adalah Mesias yang dinubuatkan dalam TaNaKh [Yoh 4:25]. Seorang pegawai Kerajaan Etiphia mengaku percaya bahwa Yahshua adalah Nabi dan Mesias yang dijanjikan serta memberi diri dibaptiskan dalam sungai [Kis 11:27]. Secara etis yaitu, “seseorang yang mengikuti prinsip-prinsip ajaran dan hidup Mesias, yang terkandung dalam Kitab Perjanjian Baru”. Yahshua telah mengatakan, “Aku telah memberikan teladan kepada kamu” [Yoh 13:15]. Rasul Kefa menjelaskan, “Mesias telah meninggalkan teladan bagimu” [1 Ptr 2:21]. Apa yang telah diteladankan oleh Yahshua bagi murid-murid-Nya? Seluruh perkataan-Nya dan prinsip-prinsip kehidupan-Nya yang tertuls dalam Kitab Perjanjian Baru.

Footnote:

(f1): Teologi Misi, Jakarta: Y.T. Leadership Foundation, 2003, hal 150-151
(f2): Come Out of Her My People, USA: Institute for Scripture Research, 1998, p. 34-35
(f3): Richard Kennedy, The Dictionary of Beliefs, Ward Lock Educational, 1984, p. 104
(f4): Op.cit., Messianic Jewish Manifesto, p.32

PDT. TEGUH HINDARTO, MTH.
NAFIRI YAHSHUA MINISTRY

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *