• Uncategorized
  • 0

Makna Pagoda

 

Para pembaca yang budiman, sebelum membahas apa makna pagoda lebih lanjut, kami ingin mengutip kata kata bijaksana bekas presiden Amerika Benjamin Franklin sebagai berikut: “Kemiskinan menginginkan hanya satu hal (menjadi kaya); Kemewahan menginginkan banyak hal (gak cukup ini, gak cukup itu…); Ketamakan menginginkan semua hal (gak cukup semuanya…).”

Kembali pada pagoda… Bangunan pagoda sering dijumpai pada daerah ataupun negara yang penduduknya beragama Hindu atau Daoisme atau Budha. Bahkan pada kepercayaan penduduk Tiongkok (China), ada seorang dewa yang memiliki ciri khas yaitu selalu membawa miniatur pagoda sebagai senjata. Kamipun bertanya tanya dalam hati, sesungguhnya pesan apa sih yang ingin disampaikan melalui fisik sebuah bangunan pagoda? Apa hubungannya dengan kata kata bijaksana dari seorang Benjamin Franklin? Yang dapat kami petik dari kata kata bijaksana tersebut adalah “rasa cukup” yang diwakili oleh jumlah keinginan. Semakin besar rasa cukup, maka semakin sedikit keinginan. Begitu juga sebaliknya bila semakin kecil rasa cukup, maka semakin banyak keinginan. Dengan kata lain, kata kata bijaksana tersebut menjelaskan sifat manusia secara umum.

Mari kita amati bentuk fisik pagoda di luar sudut pandang engineering… Pagoda dibangun setingkat demi setingkat dari bawah ke atas adalah simbol dari tingkat pencerahan manusia yang dibangun setingkat demi setingkat menuju tingkat tertinggi. Luas lantai pagoda semakin ke atas semakin kecil adalah simbol dari jumlah manusia yang semakin sedikit mencapai tingkat pencerahan dan semakin sulit dicapai tingkat demi tingkat. Jumlah sudut (apabila pagoda tidak berbentuk bulat) ataupun jumlah jendela pada bangunan pagoda adalah simbol dari keinginan manusia yang semakin sedikit apabila tingkat pencerahan semakin tinggi. Para penjaga yang menjaga setiap tingkat pagoda adalah simbol dari keinginan utama manusia sesuai dengan tingkatan pencerahan masing masing. Umumnya pagoda dibangun berlantai 7 masing masing mewakili 7 rasa utama hati manusia atau berlantai 6 masing masing mewakili 6 rasa utama biologis manusia. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat pencerahan seorang manusia, maka semakin sedikit keinginannya atau kemelekatannya. Tingkat pencerahan yang paling tinggi yang dapat dicapai manusia hanya menyisakan satu keinginan saja yaitu keinginan untuk melayani Tuhannya.

Orang orang bijaksana pada zaman dahulu kala, karena perbendaharaan kata yang terbatas, memberikan edukasi melalui karya fisik bangunan misalnya pagoda. Orang orang bijaksana pada zaman yang sudah agak maju, lebih cenderung memakai “words of wisdom”. Tujuan yang sama dengan cara yang berbeda.

Semoga bermanfaat.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *