• Uncategorized
  • 0

Makna dibalik Kata Mulia

Kita sering mendengar dan memakai kata Mulia dan begitu juga kita menyukai dan menginginkan sesuatu yang mulia bahkan sampai melupakan atau mengabaikan arti dari kata mulia tersebut. Sebenarnya, apa sich arti kata mulia tersebut atau apa makna yang terkandung di dalam kata mulia tersebut?

Arti kata mulia menurut Kamus Besar Bahasa Indonersia (KBBI) adalah :

mu�lia a 1 tinggi (tt kedudukan, pangkat, martabat), tertinggi, terhormat: yg – para duta besar negara sahabat; 2 luhur (budi dsb); baik budi (hati dsb): sangat — hatinya; 3 bermutu tinggi; berharga (tt logam, msl emas, perak, dsb): logam —

Pemakaian istilah sehari hari yang berkaitan dengan kata mulia antara lain : Yang Mulia (sebutan untuk seorang raja/ratu atau hakim); berakhlak mulia; pribadi mulia; logam mulia; tindakan mulia; sifat mulia dan lain lain sebagainya.

Sepertinya masih tidak mudah untuk merangkumkan makna dari kata mulia melalui penjelasan di atas yang semuanya berkaitan dengan kata kata yang abstrak atau sifatnya relatif seperti tinggi, hormat, luhur, dan baik kecuali sifat emas (logam). Lalu ada apa dengan emas atau perak yang dikategorikan sebagai logam mulia?

Sifat atau karakter logam mulia (khususnya emas) bisa kita ukur antara lain :

1.������ Dari segi ukuran, emas walaupun dalam bentuk bubuk tidak akan berubah karakteristik molekulnya/kualitasnya.

2.������ Dari segi wujud/fase, perubahan fase emas dari zat padat (logam) ke zat cair maupun sebaliknya dengan dibakar/didinginkan tidak mempengaruhi karakter molekulnya atau mengurangi kualitas beratnya.

3.������ Emas termasuk logam yang lentur dan luwes (mudah dibentuk)

4.������ Emas apabila dicampurkan pada logam lain akan meningkatkan kualitas logam campuran tersebut tanpa mengurangi kualitas emas itu sendiri. Contoh : emas dicampurkan dengan tembaga menghasilkan suasa yang lebih mahal dari tembaga.

Dari pemaparan sifat emas tersebut di atas, maka jelaslah bahwa makna mulia sebenarnya adalah Teruji dan Terpuji. Teruji oleh waktu, teruji oleh kondisi internal maupun external serta bernilai tambah bagi yang lain.

Jadi sesuatu yang mulia bukan karena ukurannya (tinggi/rendah, besar/kecil, panjang/pendek); �juga bukan karena status (kaya/miskin, tua/muda, jabatan); juga bukan karena kaku (tidak mudah dibentuk) melainkan sesungguhnya sesuatu yang mulia karena ianya TERUJI dan TERPUJI.

Semoga bermanfaat.

Salam Damai dan Sejahtera.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *