• Uncategorized
  • 0

Makna Dibalik Kata Manajemen

Para pembaca yang budiman, dalam aktifitas keseharian kita, kita sering mendengar dan memakai istilah manajemen tanpa bisa menjelaskannya secara ringkas dan mengena. Sesungguhnya apa itu manajemen? Apa sich yang dimaksud dengan manajemen? Untuk apa sich manajemen itu? Dan sering juga istilah manajemen dijadikan sebagai sesuatu yang sulit dipahami bagi orang awam…

Data dari Kamus Besar Bahasa Indonesia men-definisikan kata “Manajemen” sebagai berikut: (1) penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; (2) pimpinan yg bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi.

Dalam bahasa keseharian kita, manajemen dapat diartikan sebagai sebuah bentuk/wujud pengelolaan atas sebuah aktifitas.  Kita juga mengetahui bahwa sesuatu aktifitas, apapun aktifitas tersebut (misal: menyetir mobil; mengurus perusahaan; mengurus negara; mengurus rumah tangga; dan lain lain), apabila dilakukan tanpa memakai manajemen, akan menimbulkan keadaan yang kacau balauan; rusuh; tidak teratur; ribut; hiruk pikuk; tidak jelas arah dan tujuan; dan lain lain…

Dengan kata lain, agar terhindar dari kondisi yang seperti disebutkan di atas, maka dibutuhkan sebuah alat yang bernama manajemen. Alat bantu yang dinamakan “Manajemen” ini sungguh luar biasa, sehingga dapat merubah kondisi yang tidak kita inginkan menjadi tertib; teratur; arah dan tujuan menjadi jelas. Oleh karena itu, demi untuk menghasilkan kondisi yang kita inginkan dan seperti yang didefinisikan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut tentu dibutuhkan banyak prasyarat…

Dari sekian banyak prasyarat yang ada termasuk faktor manusia beserta dengan faktor sumber daya terkait lainnya, kami berpendapat bahwa faktor pemantauan dan pengendalian (Monitoring and Controling) adalah yang utama. Oleh karena itu, manajemen dapat diringkas dan disederhanakan pengertiannya menjadi: sesuatu yang dapat dipantau DAN dikendalikan. Logikanya sangat sederhana. Kita ambil contoh aktifitas menyetir mobil. Supaya sang supir dapat menyetir mobil tersebut dengan selamat dan lancar tiba di tempat tujuan, tentu sang supir tersebut harus memiliki kemampuan untuk memantau arah; lingkungan; indikator dalam mobil serta mengendalikan mobil tersebut bukan?!

Pertanyaan berikutnya adalah kenapa harus terpantau DAN terkendali? bagaimana kalau hanya terpantau saja atau terkendali saja? Ada baiknya kita memakai contoh sehingga lebih mudah memakluminya:

Contoh fungsi/keadaan yang hanya terpantau saja tetapi tidak terkendali: bencana alam; fenomena alam; pesaham; komisaris; menungganggi kuda liar; penumpang mobil; nonton bareng pertandingan sepak bola; dan lain lain.

Contoh fungsi/keadaan yang hanya bisa terkendali tanpa bisa memantau: menyetir mobil dengan mata tertutup; direktur perusahaan yang menanda tangani cek/giro tanpa diberi wewenang dalam proses pengambilan keputusan; pemain sirkus; dan lain lain.

Mudah mudahan dengan berbagai penjelasan dan conroh di atas, kita dapat memaklumi betapa pentingnya manajemen. Keadaan tanpa manajemen seperti keadaan bencana dan tidak akan ada orang yang selalu beruntung selamat dari bencana terus menerus bukan?

Semoga bermanfaat. Salam Damai dan Sejahtera.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *