• Uncategorized
  • 0

Free Trade Zone

Para pembaca yang budiman, di dalam keseharian kita, kita sering mendengar istilah “Free Trade Zone” yang dalam bahasa Ibu kita, kurang lebih berarti “Kawasan Perdagangan Bebas”… Sesungguhnya apa itu Free Trade Zone? Kenapa mesti demikian dan bagaimana cara untuk mewujudkan “Free Trade Zone” tersebut?

Kami sangat yakin dan percaya sekali bahwa jauh lebih banyak orang yang memakai istilah tersebut daripada orang yang mampu menjelaskan makna yang terkandung dalam istilah tersebut. Dan bahkan jauh lebih banyak orang orang yang mampu menjelaskan istilah tersebut daripada yang orang orang yang mampu/mengetahui CARA untuk mencapainya. Sungguh aneh bukan? Ambil contoh dalam keseharian kerja kami di sebuah perusahaan dan lingkungan perusahaan yang bergerak di bidang penjualan. Sering kami mendengar istilah tersebut akan tetapi sampai sejauh artikel ini kami publikasikan, belum ada seorangpun yang dapat atau sanggup menjelaskannya secara baik. Melalui artikel ini, kami memberanikan diri mencoba menjelaskan apa itu “Free Trade Zone” dan mengapa harus demikian, serta bagaimana cara mencapainya…

Secara harfiah (Literal), jauh lebih mudah menjelaskan istilah “Trade Zone” ketimbang menjelaskan istilah “Free”. Mari kita mulai dari yang lebih mudah dijelaskan.

“Trade” atau perdagangan adalah kata yang menjelaskan sebuah aktifitas jual-beli-simpan yang berulang secara terus menerus. Hmmm….. sebuah aktifitas/kegiatan yang tentu sangat familiar sekali bagi kita bukan?

“Zone” menjelaskan sebuah kawasan atau daerah atau atau wilayah atau tempat atau ruang atau dunia atau alam yang berbatas atau memiliki pembatas. Umumnya istilah “Zone” sering dipakai untuk menjelaskan daerah secara geografis termasuk ruang udaranya. Misal “Zona Larangan Terbang”; “Zona Demarkasi”; “Zona Pertahanan” dan lain lain.

Sekarang sampai pada giliran menjelaskan istilah “Free” yaitu bebas… Secara sederhana saja, bebas itu artinya sebebas bebasnya melakukan apapun akan tetapi tidak sampai menghalangi kebebasan pihak lain. Dengan artian bahwa bebas adalah bebas yang memiliki batasan, bebas yang memakai aturan main, bebas yang memakai syarat dan ketentuan sehingga tidak menghalangi/membatasi dan merugikan kebebasan pihak lain. Contoh: tendangan bebas; pakaian bebas; gaya bebas; jalan bebas hambatan (free way); bebas berdagang; bebas parkir, negara bebas dan lain lain.

Para pembaca yang budiman, mudah mudahan dengan penjelasan di atas, kita semakin dapat memahami apa arti dari istilah “Free Trade Zone” tersebut, yang tidak lain artinya adalah sebuah kawasan yang berbatas, tempat dimana terjadinya/berlakunya aktifitas perdagangan (komoditas barang/jasa dan pelaku) secara bebas yang memiliki aturan main, yang memiliki syarat dan ketentuan.

Pertanyaan selanjutnya adalah kenapa harus ada aturan main, Kenapa harus ada syarat dan tetentuan? Karena apabila tidak ada aturan main yang mengikat atau tanpa adanya syarat dan ketentuan yang jelas, maka akan timbul kekacauan yang luar biasa (CHAOS) yang akan memakan banyak korban tak berdosa. Sungguh memilukan bukan? Bagaimana jadinya bila sebuah negara atau sebuah perusahaan atau sebuah tatanan masyarakat atau sebuah jaringan lalu lintas yang bebas tetapi tidak memiliki aturan yang mengikat ataupun tidak memiliki syarat dan ketentuan yang jelas? Tentu sangatlah mengerikan, karena dimana mana korban akan berjatuhan tanpa sebab yang jelas… (Tuhan memberikan kebebasan memilih (Free Will) kepada manusia bukannya tanpa aturan main atau tanpa syarat dan ketentuan bukan?)

Pertanyaan terakhir adalah adakah cara untuk menciptakan atau mencapai kebebasan (“Free Trade Zone”) tersebut? Landasan apa atau pedoman dasar apa atau azas apa yang harus kita pakai demi terciptanya dan tercapainya “Free Trade Zone” tersebut? Jawabannya adalah tentu ada! Yaitu dengan cara membuat aturan main yang jelas dengan syarat dan ketentuan yang jelas, yang menjunjung tinggi azas Keadilan dan Kesetaraan (Fairness & Equality). Dengan demikian, para pihak yang berkepentingan tidak lagi saling cakar mencakar; kesempatan melakukan manipulasi untuk kepentingan segelintir oknum oknum beserta kroninya menjadi berkurang; citra perusahaan pun tidak menjadi “diKERDILkan”; semua urusan menjadi murni B2B; “Vested Interests” menjadi minimized; “Everybody  lives happily everafter”.

Semoga berkenan di hati para pembaca yang budiman dan semoga bermanfaat.

Salam Damai dan Sejahtera.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *