• Uncategorized
  • 0

Diri Kita Benar dan Mereka (orang lain) Salah

Quoted from Words of Mario Teguh…

Dalam kecewa dan galaumu, ingatlah ini …
Janganlah hidup untuk mencoba membuktikan bahwa mereka salah.
Buktikan kepada dirimu sendiri bahwa engkau benar.
Damailah.
Jika yang kau lakukan adalah kebaikan, hidupmu akan baik.
Ini hanya masalah waktu.
Bersabarlah.
Yang baik akan terbukti baik.
Mario Teguh – Loving you all as always

Apa bedanya antara membuktikan diri kita benar dengan membuktikan orang lain salah? Manakah yang lebih mudah antara membuktikan diri kita benar daripada membuktikan orang lain salah? Mengapa demikian? Adakah  yang menjadi perbedaan yang mendasar diantar dua aktifitas tersebut?

Contoh aktifitas membuktikan orang lain salah: guru memberikan nilai atas hasil ujian muridnya; karyawan/manager baru yang memperbaiki proses administrasi perusahaan yang telah berjalan lama; seseorang yang men-koreksi pernyataan/pekerjaan orang lain; dan lain lain…

Contoh aktifitas membuktikan diri kita benar: murid yang mendapat penilaian hasil ujian berterima kasih kepada gurunya; manajemen perusahaan menerima perbaikan atas proses administrasi; orang yang memperbaiki pernyataan/pekerjaannya setelah menerima penilaian; dan lain lain…

Sesungguhnya membuktikan orang lain salah adalah masih separuh jalan dari sebuah proses belajar-mengajar. Dibutuhkan kesabaran yang luar biasa sampai keseluruhan proses belajar-mengajar tersebut menjadi lengkap (seutuhnya). Betapa tidak? Seoranng guru (pahlawan tanpa nama), mesti menunggu sampai sang muridnya sukses menerapkan ilmu yang diajarkannya; seorang karyawan/manager mesti menunggu sampai perbaikan proses administrasi dijalankan dengan sebaik baiknya walaupun sang manajer tersebut sudah keburu pindah kerja…

Membuktikan orang lain salah ternyata adalah sama dengan memberi penilaian belaka saja. Sedangkan untuk membuktikan diri kita benar ada tambahan sebuah proses aktifitas. Yaitu menunggu sampai pihak yang menerima penilaian tersebut benar benar menerima penilaian kita dengan sesungguh sungguhnya. Oleh karena itu di dalam proses menunggu, dibutuhkan hati yang TS (Tenang dan Sabar).

Semoga bermanfaat. Salam Damai dan Sejahtera.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *