• Uncategorized
  • 0

Dialog antara Dua Sahabat (Sejati)

A : Lihat ikan ikan itu! Mereka sungguh bahagia berenang dengan bebasnya.

B : Kamu kan bukan ikan nya? Bagaimana kamu bisa begitu yakin bahwa ikan ikan itu bahagia?!

A : Kamu juga bukan saya kan? Bagaimana kamu bisa tahu kalau saya tidak tahu ikan ikan itu bahagia?!

B : Betul, saya bukan kamu makanya saya tidak akan tahu apa yang ada di dalam pikiran kamu. Walaupun demikian, saya tetap yakin bahwa kamu bukan ikan dan oleh karenanya adalah tidak mungkin kamu dapat mengetahui ikan ikan tersebut merasa bahagia!

A : Wait…wait…wait….Wahai sahabatku, di saat kamu menanyakan bagaimana saya dapat mengetahui ikan ikan tersebut merasa bahagia, sesungguhnya di saat itulah kamu telah mengetahui bahwa saya tahu ikan ikan itu bahagia….Saya tahu ikan ikan itu bahagia karena saya memperhatikan/mengamati mereka (ikan ikan tersebut) dari atas jembatan.

A & B : H a…Ha…Ha

Banyak sekali pelajaran/kesimpulan yang dapat dipetik dari dialog tersebut di atas antara lain :

1.������ Bahwa si A dan si B memang saling bersahabat. Beda pendapat diakhiri/diselesaikan dengan tertawa bersama.

2.������ Bahwa dengan adanya perbedaan kita dapat menemukan persamaan dan persamaan tersebut hanya dapat ditemukan dengan cara yang rendah hati untuk menyamakan cara pandang.

3.������ Bahwa untuk dapat mengetahui/memahami sebuah kejadian atau seseorang, tidaklah selalu harus terlibat dalam kejadian tersebut atau menjadi orang tersebut.

4.������ Bahwa apabila kita memakai sudut pandang yang lebih luas dan tanpa ada kepentingan diri, kita akan dapat memahami/mengetahui dan menyimpulkan sebuah kejadian ataupun seseorang secara lebih mengena dan seimbang.

5.������ Bahwa ikan ikan dapat direpresentasikan sebagai sebuah kejadian ataupun seseorang ataupun sekelompok orang.

6.������ Bahwa manusia tidak perlu menurunkan derajatnya berubah menjadi ikan hanya untuk mengetahui apakah ikan ikan tersebut bahagia. Sama halnya dengan seorang pimpinan tidak perlu berubah untuk menjadi bawahan hanya untuk mengetahui apakah sang bawahan bahagia. Yang diperlukan adalah hanya dengan mengamati apakah sang bawahan dapat berkarya dengan bebas saja.

7.������ Bahwa untuk dapat mengenal dan memahami sebuah kejadian ataupun seseorang maupun sekelompok orang, diperlukan pengamatan dari sudut pandang yang lebih luas termasuk situasi, kondisi serta lingkungan sekitarnya. (Contoh : seorang pengamat/komentator sepakbola yang bisa menjelaskan/mengurai sebuah pertandingan sepakbola dari a hingga z, giliran disuruh sepakbola malah tidak bisa…he he he)

8.������ �Bahwa dan seterusnya…….dan seterusnya…….

Kami yakin masih banyak lagi yang dapat disimpulkan dari dialog tersebut di atas dan kami serahkan kepada para pembaca yang budiman untuk merenungkannya.

Semoga bermanfaat.

Salam Damai dan Sejahtera.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *