• Uncategorized
  • 0

Bohong-Jujur-Bijak (謊言 真言 金言)

Sebuah kebohongan hanya dapat ditutupi kedoknya dengan kebohongan yang lain secara terus menerus sampai akhirnya mengaku bohong.

Sebuah kejujuran hanya akan membuka kedok kebohongan secara terus menerus sampai akhirnya mengaku bohong.

Sungguh ironis bukan? Yang BOHONG, karena diserang secara terus mnenerus oleh yang JUJUR sampai akhirnya harus MENJADI JUJUR (MENGAKU BOHONG). Sedangkan yang JUJUR, karena diserang terus menerus oleh yang BOHONG sampai akhirnya harus MENJADI BOHONG (MENGAKU BOHONG). Perang antara BOHONG dan JUJUR (SALAH/BENAR) tidak akan berhenti sampai ada yang MENGAKU BOHONG. Lha koq “MENGAKU BOHONG” bisa berarti menjadi jujur dan juga bisa berarti menjadi bohong? Di mana logikanya? (Tambah bingung neh…..)

Supaya tidak bingung, mari kita simak contoh sederhana di bawah ini :

Pertanyaan : Berapa jumlah kaki seekor anjing apabila ekornya kita anggap sebagai kaki?

BOHONG : 5

JUJUR��� : 4

BIJAK���� : TIDAK TAHU

Ilmu PASTI mengajarkan kita bahwa 4 ditambah 1 adalah sama dengan 5. Jikalau demikian, 4 mangga ditambah 1 apel sama dengan berapa?

Semoga bermanfaat.

Salam Damai dan Sejahtera.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *