• Uncategorized
  • 0

Antara Menyukai dan Memiliki (Bahagia)

Jumlah kombinasi (kondisi rasional) pilihan antara menyukai dan memiliki adalah 2×2=4

Yaitu :

Sukai

Miliki

Keterangan

Effek (Normal)

Effek (Super)

Ya

Ya

Kondisi 1, Menyukai dan Memiliki

Puas dan Bahagia

Puas, Bahagia, Sumringah

Ya

Tidak

Kondisi 2, Menyukai tetapi Tidak bisa/ingin Memiliki

Tidak Puas dan Tidak Bahagia

Puas, Bahagia, Sumringah

Tidak

Ya

Kondisi 3, Tidak Menyukai tetapi Memiliki

Tidak Puas dan Tidak Bahagia

Puas, Bahagia, Sumringah

Tidak

Tidak

Kondisi 4, Tidak Menyukai dan Tidak Memiliki

Puas? dan Bahagia?

N/A

Dalam kehidupan kita sehari hari, kita sering dihadapkan pada keadaan keadaan yang tidak terlepas dari 4 (empat) kondisi tersebut di atas. Adalah wajar/normal dan manusiawi apabila kita merasa puas dan bahagia apabila dihadapkan pada kondisi 1 dan kondisi 4 yaitu yang dinamakan dengan kondisi ideal/sempurna. Semua manusia mengimpikan selalu dalam kondisi 1 dan kondisi 4 tersebut. Akan tetapi sayangnya kondisi kondisi tersebut sangatlah dinamis dan dapat berubah sewaktu waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu….. (Lho, koq….? Membingungkan…..)

Contoh kasus 1:

Kondisi 1 : Si A dan si B pacaran selama 1 tahun, kemudian mereka menikah.

Kondisi 2,3 : Selang beberapa tahun kemudian, timbul keretakan dalam rumah tangga mereka. Si A dan Si B masing masing mempunyai PIL atau WIL.

Kondisi 4 : Perceraian tidak dapat dielakkan lagi.

Kondisi 1 : Selang beberapa tahun kemudian, si A dan si B masing masing menikah dengan PIL dan WIL mereka.

Kondisi 2,3 : Si A dan si B mendapati pasangan mereka ternyata ada PIL dan WIL,

Kondisi 4 : Timbul percekcokan dan perselisihan….

Contoh kasus 2:

Si A baru lulus sekolah dan melamar mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keahliannya (Kondisi 1). Setelah masuk kerja, si A mendapati bahwa atasannya adalah seorang yang licik yang menghambat karirnya (kondisi 2,3). Maka diputuskan untuk mengundurkan diri dan melamar ke perusahaan yang lain dan diterima serta ditugaskan pada pekerjaan yang tidak disukai (kondisi 2,3). Selang beberapa tahun bekerja, karena karir tidak meningkat akhirnya si A memutuskan untuk berwiraswasta sendiri (kondisi 4) dan tidak berhasil….

Dari dua buah contoh kasus tersebut di atas, pelajaran apa yang dapat kita petik? atau dengan kata lain, apakah yang dapat kita perbuat sehingga ketidak puasan dan ketidak bahagiaan dapat kita hindari? Jawabannya sangat sederhana sekali yaitu Tenang dan Sabar. Benar sekali bahwa hanya dengan ketenangan dan kesabaran menyikapi kondisi 2 dan kondisi 3 lah kita dapat mencapai kondisi 1 (ideal). Karena hanya dengan melalui ketenangan dan kesabaran lah kita dapat lebih  memahami diri kita sendiri, memahami orang lain dan memahami lingkungan kita.

Mengutip salah satu nasehat Isa Almasih yang bunyinya lebih kurang sebagai berikut : “Sesungguhnya engkau tidak akan memperoleh apa yang engkau sukai selain dengan kesabaranmu terhadap apa yang engkau tidak sukai”

Semoga bermanfaat.

Salam Damai dan Sejahtera.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *