• Uncategorized
  • 0

Antara Apa yang Yesus Katakan dengan Apa yang Yesus Ajarkan

Para pembaca yang budiman, sebelum kita lebih jauh membahas judul tersebut di atas, ada pertanyaan mendasar yang perlu dijawab. Pertanyaannya adalah: Adakah perbedaan diantara apa yang Yesus Kristus katakan kepada kita dengan apa yang Yesus Kritus ajarkan kepada kita?

Memang tidaklah mudah untuk menjelaskan perbedaan diantara apa yang Yesus Kristus katakan dengan apa yang Yesus Kristus ajarkan. Apa atau kenapa Yesus Kristus mengajar dengan cara demikian?  Padahal cara yang lazim kita ketahui di dunia pendidikan adalah cara langsung atau direct atau “straight to the point”

 Contoh adanya perbedaan antara apa yang Yesus Kristus katakan dengan apa yang Yesus Kristus ajarkan antara lain:

Kata2 Yesus Kristus Ajaran Nya
  • Apabila ada yang menampar pipi kananmu, maka berikanlah juga pipi kirimu. (?)

 

  • Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa tanpa melalui Aku. (Yohanes 14:6)
  •   Kasih

 

 

  • Sembilan Buah Roh (coba ganti kata “Aku” dengan salah satu dari sembilan buah roh)

 

“ Kasih itu sabar; kasih itu murah hati . Tidak cemburu / iri , tidak memegahkan diri / tidak sombong. Tidak kasar / tidak melakukan yang tidak sopan , tidak mencari keuntungan diri sendiri / tidak egois, tidak pemarah , tidak menyimpan kesalahan-kesalahan orang lain / tidak dendam . Kasih tidak bersenang-senang dengan kejahatan / tidak bergembira karena ketidakadilan, tetapi bersukacita dengan kebenaran. Kasih itu selalu melindungi, selalu percaya, selalu berpengharapan, selalu bertekun / gigih. Kasih takkan gagal / tidak lupa / tidak lalai. ( 1 Korintus 13:4-8 ).

Contoh kasus yang nyeleneh (kebetulan kunci kantor dipercayakan hanya kepada saya): Akulah juru kunci ke kantor boss. Tidak ada seorangpun yang datang ke kantor boss tanpa melalui aku… Kalau begitu, siapakah aku? bisa jadi aku adalah ego, sifat, karakter, kebiasaan, kesukaan dan lain lain.. Oleh karena itu apabila mau ketemu boss, maka perlu mengenal terlebih dahulu sifat sifat ku, ego ku, karakter ku, kebiasaan ku, kesukaan ku dan lain lain sehingga bisa ketemu boss… hehehe mana mungkin???

Kembali kepada kenapa Yesus Kristus menyampaikan pesan/ajaran Nya dengan cara indirect atau secara tidak langsung…

Memetik pengalaman kami sebagai pimpinan di sebuah perusahaan, pada saat kita memberikan pengarahan yang bersifat pengajaran/didikan. Apabila dilakukan dengan cara langsung atau direct atau “to the point” maka umumnya akan muncul penolakan dan berbagai bantahan dan sanggahan bahkan sampai kepada debat kusir. Akan tetapi apabila pengarahan/pengajaran tersebut dilakukan dengan cara tidak langsung atau indirect, maka umumnya tidak terjadi penolakan sebagaimana dengan pengarahan/pengajaran dengan cara langsung.

Setelah dilakukan perenungan selama beberapa hari, ternyata pengarahan/pengajaran dengan cara langsung hanya bisa diterapkan kepada anak anak dan orang orang dewasa yang sehati saja. Sedangkan pengarahan/pengajaran dengan cara tidak langsung hanya untuk orang dewasa yang belum tentu sehati.

Berangkat dari pengalaman di atas, maka dapat kami simpulkan sementara ini bahwa apabila audiences atau sasaran dari pengarahan/pengajaran kita adalah orang orang dewasa yang belum tentu sehati dengan kita, maka cara yang paling mengena adalah cara tidak langsung/indirect. Dengan kata lain, apabila kita memberikan pengarahan kepada orang yang sudah sehati, maka tidaklah perlu memakai cara tidak langsung/indirect karena akan dianggap berbasa basi atau candaan.

Semoga bermanfaat.

Salam Damai dan Sejahtera.

PS.

Terima kasih kepada pimpinan tertinggi perusahaan kami (MS) dan rekan rekan kerja kami, khususnya WI yg telah memberikan inspirasi dan bantuannya sehingga tulisan ini dapat kami rampungkan pada waktunya.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *